Saroja kembali melambai
Kibaskan rinai waktu
Acuhkan khidmat benalu
Benalu yang tak layu oleh waktu
DIarsipkan di bawah: puisi | Ditandai: BENALU NEGERI | Leave a Comment »
Saroja kembali melambai
Kibaskan rinai waktu
Acuhkan khidmat benalu
Benalu yang tak layu oleh waktu
DIarsipkan di bawah: puisi | Ditandai: BENALU NEGERI | Leave a Comment »
Seringkali mimpi yang ada tak sesuai adanya
Berulang kali coba bangun imperium kesahajaan
Namun narasi yang ada tak jua sesuai impian
Ah…. mesti terus tuk coba.. walau tak jua nyata
Distorsi jiwa yang tak jua lenyap
Luapkan beraneka anekdot
Tentang mimpi ……..
Yah mimpi yang tak jua terbeli
Seperti kemarin,
Hari ini tak jua gapai aza
Hmm, … pastilah aza kan datang
Walau hanya sekejap hanya [...]
DIarsipkan di bawah: puisi | Ditandai: MIMPI | 1 Komentar »
“Romansa”,
(Dalam sebuah paradox intuisi jiwa)
Kini romansa berdiri tegak
Tanpa tinggalkan sembilu
Romansa mulai mekar tersenyum
Dengan segala sanjung dan lara tercipta
Kemarin romansa tergadaikan
Kemarin romansa terkulai
Kemarin romansa tiada daya, tuk berharap
Namun kini romansa dapat cibir galau
Dalam seribu petaka
Dalam sejuta aza
Dalam semilyar wacana
Romansa telah kembali tersenyum, sejuk, ciptakan sahaja tiada terkira
Sampai kapan romansa tegar
Entahlah !
Semoga selamanya
Betulkah?
Dalam jinak pikir yang [...]
DIarsipkan di bawah: puisi | Ditandai: ROMANSA | Leave a Comment »
Aku langkahkan hidupku
Menapaki hariku
Pada salah satu detiku
Kususuri sebuah jalan
Yang asing untuku
Kuyakin pada sebatang ilalang
Tentang arah
Tentang tujuan
Tentang untung rugi
Tentang kebenaranya
Di sebuah jalan, aku hendak menuju
Kudengar jawabanya :
Bagus !!!
Tapi aku ragu
Ku yakin pada pohon tua
Jawabanya senada
Bagus !!!
Ku yakin pada rumpun pohon renta
Yang hampir tumbang
Jawabanya seirama
Bagus bagus !!!
Ku yakin pada diriku….
Jalan bagus!!!
Ku yakin itu , yakin sekali
Kubulat kan [...]
DIarsipkan di bawah: puisi | 1 Komentar »
Dari selusin tugasku yang terberat adalah jalani mimpi.
Karena dari sekian banyak mimpiku tentang kamu.
Sementara dalam sadarku kau tiada.
Kau sosok trandensial dalam syair biduan novel picisan.
Dari selusin tugasku, tingkatan kedua terberat adalah terima sanjungan.
Karena kufaham sanjungan adalah sebilah pedang terhunus dan siap menghujam
Didalam pengidentifikasian senyuman dibutuhkan mata jeli.
Karena kadang didalam senyuman tersimpan [...]
DIarsipkan di bawah: puisi | Leave a Comment »
Dari beribu waktu yang ku tau,
Hanya ada sedikit waktu yang dapat jamah kalbu.
Dari parade kilat sinyal ungu,
Bagiku terasa bak sembilu.
Diri datang bagaikan arang,
Lumat kegelapan tanpa fikir panjang.
Diri datang ibarat ilalang,
Terombang badai, khidmat terlempar rnelayang.
Devansyaku syairkan garang,
Devansyaku tembangkan petang,
Devansyaku keringkan karang.
Tu’ apa ?……… gayuh surya tu’ terawang kedepan
Kinanti senja ku pinta kau tak datang,
Kinanti malam ku [...]
DIarsipkan di bawah: puisi | Leave a Comment »
Sedu kopi kehidupan berteman kepulan asap hitam
Alunan bidari pelangi jinggakan langit purnama
Sahaja tanpa kata, dahaga ranting kehidupan
Senyuman tak kan berubah tanpa rajut belukar diri
Topi melekat erat tutup telinga usang, omelan orang
Sepatu ikat erat jinjing ketidak pastian
Rentan , akan galau malam
Dingin, dalam kerinduan tertekan
Belalang tua unjuk kata, dalam ketidak adilan fikir
Tikus bahenol berkejaran dalam canda [...]
DIarsipkan di bawah: puisi | Leave a Comment »
Seperti apa yang kau maksud
Seperti apa yang kau pinta
Tanpa luka dalam setiap gerak ?
Tanpa aroma setiap kata ?
Mungkin kau bisa tapi aku tidak !
Mingkin kau mampu tapi aku tidak !
Percuma kau lantang merayu
Percuma kau geram dipundakku
Tiada dapat tersentuh jika ku tak mau
Siapa kau ! berani lantang dan tantang !
Dengan pongoh seribu kehendakpun ku tak gentar
Dengan [...]
DIarsipkan di bawah: puisi | Leave a Comment »
E
En
Entah
Indah!…….. Mungkin
Aneh !………. Mungkin
Hambar! ……… mungkin
Totol !……………. Mungkin
Sahaja !…………….. mungkin
Khonyol !……………… mungkin
Dermawan ! ……………… mungkin
Pengecut !………………….. mungkin
Pongah !……………………… mungkin
Angkuh !…………… ……………mungkin
Sombong !………………………… mungkin
Lengah !……………………………. mungkin
Perkasa ! ………………………….. mungkin
Lemah ! ……………………….. mungkin
Amanat ! …………………. mungkin
Khianat ! ……………. mungkin
Hambar ! ………mungkin
Dalam cerobong kepenatan fikir tak jarang diri berada dalam dimensi yang tak terpahami
Kegalauan semakin meningkat,
Dalam kesenjangan [...]
DIarsipkan di bawah: puisi | Leave a Comment »
Zaman yang telah merubah semuanya
Zaman pula yang telah menjadikan aneka angkara
Dalam perpaduan didalamnya ada beribu asa
Dan bahkan bermilyar – milyar pesona semu
Zaman yang telah menjadikan gumpalan kebohongan seolah kebenaran
Zaman telah mendewasakan peradapan
Meski dengan peradapanya kehancuran kian mendekati nyata
Namun demikian zaman telah melakukan dimensi peradapan
Dari beberapa dimensi zaman yang [...]
DIarsipkan di bawah: puisi | Ditandai: Cinta, jiwa, kejamnya dunia, misteri cinta, pergolakan | Leave a Comment »