Posted on Agustus 15, 2009 by adiost
Perlahan semayamkan kemalasan diri
Coba terawang perjalanan yang terlampaui
Khidmat dalam kesederhanaan
Telanjang dalam kesahajaan
Mungkin yang nampak tak lagi rapi
Namun secercah harapan senantiasa mengalir
Nampak semu bahkan pilu
Ah biarlah…… kesahajaan hanya tertanam di jiwa
Tanpa peduli dengan hiruk pikuk aura
Jiwa tertawa…
Jiwa ceria….
Jiwa terlepas dari kemasam raga
Perlahan semayamkan kemalasan diri
Coba terawang perjalanan yang terlampaui
Khidmat dalam kesederhanaan
Telanjang dalam kesahajaan
Mungkin yang [...]
DIarsipkan di bawah: puisi | Ditandai: jiwa, sendiri | 1 Komentar »
Posted on Juli 23, 2008 by adiost
Mungkin aku ditakdirkan menjadi pemberontak
Ketika sesuatu kurasa kurang berkenan dihati, ingin rasanya menjerit
Bukan diri merasa “Campion” dari yang lain.
Namun diri sulit untuk mendustai diri sendiri.
Benar atau salah, bukan jaminan untuk bertindak
Ketika Teori, Hati, dan pengalaman sejalan.
Diri tak kuasa untuk menjerit,….
entah benar entah salah,….mengapa…entahlah
Kadang kurasa diri sebagai lacur….
Takut akan hilangnya Dollar,…
Namun kadang diri bagai Majikan,
Jalani kebebasan, [...]
DIarsipkan di bawah: puisi | Ditandai: KEBEBASAN | Leave a Comment »
Posted on Juli 23, 2008 by adiost
Ketika badan lelah,
Ketika badan bergelayut gemulai
Kesunyianpun menghujam, suram petang datang…..lelah
Lelah sekali..
Tiada retorika kencangkan otot,
Kerling tangan, perlahan menyapa
Walau sedikit keras, pun dapat lega
Dengkur datang, mimpi menghujam
Telephone berdering, panggilan datang
Usap kedua mata tuk kembali kejalur
Coba kenali seputar, berbagai monster nampak
Dengan sejuta aktivitas.
Isap sebatang rokok, tiup….puhh…
Kuatkan semangat, tulis sebait kata
Hadap pada Illahi,
Nikmat, thanks pak kumis atas kerokannya
DIarsipkan di bawah: puisi | Ditandai: PAK KUMIS | Leave a Comment »
Posted on Juli 23, 2008 by adiost
Jilatan surya berlenggak lenggok tunjukkan garangnya
Amarah yang tiada terkendali oleh titian nelangsa
Kelam pastilah datang, usir mentari datangkan rembulan
Hiruk pikuk tendang kehampaan imaji, taburkabn kudis kegalauan
Tak sempat usai, cerita berjalan
Kekang diri dalam suntuk tak terkira
Tiada lagi keindahan………..
Buram, dan kian tenggelam akan ketiadaan
Kusut sudah benang terbentangkan,
Usik semayam, senyum sepekanpun terlupakan
Alangkah cepat siang berganti malam,
Hingga tak terasa, ketuaan [...]
DIarsipkan di bawah: puisi | Ditandai: TITIAN WAKTU | Leave a Comment »
Posted on Juni 24, 2008 by adiost
Ketika kebencian pada puncaknya
Kebaikan terasa sirna, belenggu gundah semakin menumpuk
Ketika Kebencian akhir dari segalanya
Tiada ceria, hanya nestapa dan lara tak terkira terasa
=====
Diri terasa gontai, ketika jinakkan emosi seseorang
Diri terasa di kibuli, akan beraneka retorika
Ah sulitnya menjadi orang bijak
Atau selama ini, hanya rasa saja yang ada
====
Entahlah,……..
apa yang hendak di kata,
Nasi tlah menjadi Bubur
Tak mungkin tuk kembali [...]
DIarsipkan di bawah: puisi | Ditandai: Kebencian | Leave a Comment »
Posted on Mei 19, 2008 by adiost
Kupandang sebatang rokok terakhir yang menyala
Kemudian kuhisap perlahan……….. kehembuskan
Dan ah….. kulihat keperkasaan asapmu
Kupandang kepul asapmu……….ah ayu
Dari berbatang-batang rokok tersaji depanku
Ku udah tau kalau itu lemahku
Dan seakan kau tuanku
Yang mana tanpamu kurasa khawatirkan hariku
Rokokku yang cantik jangan resahkan diri
Akan perpisahan yang akan kita perbuat
Karna kini kau sendirian tanpa teman…
Dan kaupun tahu semua temanmu telah kujadikan [...]
DIarsipkan di bawah: puisi | Ditandai: ROKOK KAKEK | 1 Komentar »
Posted on Mei 19, 2008 by adiost
Saat seok laknat diri
Ku tenggelam dalam gelombang cipta
Diri terasa melayang …
Diri merasa terombang ambing
Faham harus sulam jeruji kelam dengan tentram
Atau mungkin sombong laknat diri sendiri tanpa peduli…~
Reklame kebohongan terus terngiang
Iklan kebobrokan terus terkumandang
Duhai mimpi……..
Ingin kau dapat koyak kebimbangan
Ingin kau datang nyata tanpa maya
Rindu khayal yang telah kita jalin dapat nyata adanya
Mungkinkah ku impikan mimpi-mimpi yang [...]
DIarsipkan di bawah: puisi | Ditandai: EDISI DUA HARI | Leave a Comment »
Posted on Mei 18, 2008 by adiost
Ketika jenuh mencekam
Mencekik leher, hingga pantat bergetar
Ketika suntuk tak jua menghilang
Senyap, tanpa sepatah kata
Sementara jemari terus menari
Diatas papan bertombol hitam warnanya
Begitu cepat, sekejap torehkan makna
Ya, makna dari jiwa yang kehilangan makna
Coba kuasai diri….
Coba arahkan harapan
Yang seakan pupus, tanpa sebab
Ah… entahlah……. “, kembali bergumam
Ini hari terasa penat
Dalam pergolakan kian hebat
Auch…. huah… huah
Mungkin tidur lebih bijak, [...]
DIarsipkan di bawah: puisi | Ditandai: Jenuh | Leave a Comment »
Posted on Mei 17, 2008 by adiost
Badai negeriku segeralah berlalu
Dalam doa, terisak hamba tautkan nyata
Akan kekerdilan retorika
Akan kian terpuruknya nurani jelata
DIarsipkan di bawah: puisi | Ditandai: munjad | Leave a Comment »
Posted on Mei 11, 2008 by adiost
Tak jarang seseorang menangis karena cinta, ada juga seseorang bahagia karena cinta. Apakah cinta itu? siapa pemilik cinta? mengapa kita harus senang atau sedih karena cinta
Tidak dapat dipungkiri cinta adalah rahmat Illahiah, sebagaimana rahmad pada umumnya cinta mempunyai makna sakral, yaitu saling memberi dan menerima. Cinta bukan untuk dimiliki namun cinta untuk dinikmati. Apa yang [...]
DIarsipkan di bawah: puisi | Ditandai: atas nama cinta | Leave a Comment »