Berapa persen manfaat tugas akhir yang dilakukan oleh para pengejar gelar bagi pengembangan ilmu pengetahuan? Hmmm…… data yang pasti sulit atau bahkan tidak akan di dapatkan, sebab penelitian berkaitan dengan hal tersebut belum pernah dilakukan. (sepengetahuan penulis sih)
Tidak jarang tugas akhir hanyalah kebohongan belaka, alih alih untuk mendapatkan gelar, seringkali segala cara di halalkan. Entahlah….,”apa yang diharapkan oleh para gembong akademisi, pembodohan, pelacuran intelektual atau penghancuran nurani anak bangsa. (upss terlalu ekstrem kayaknya ya)
Plagiat dan pat gulipat sering terjadi pada dunia akademis dalam penyelesaian tugas akhir, sehingga makna dan tujuan dari tugas akhir itu sendiri tidak tercapai.
Penulis merasa risih, menemukan beberapa situs menawarkan hasil penelitian dengan imbal jasa X rupiah…. Gila bener …. Bener bener gila….. pembodohan yang sangat transparan…, pertanyaannya… mengapa situs yang menjual tugas akhir (skripsi, thesis atau bahkan disertasi tidak di tertipkan). Menurut hemat penulis.. situs-situs tersebut secara sengaja menghancurkan masa depan penelitian di bumi pertiwi, so pemilik situs harus diberi peringatan atau bahkan di tindak dengan tegas.
“Wahai Para Pakar Pendidikan”
Selamatkan dunia pendidikan kita dengan cara yang elegan, salah satunya beri kesempatan pada calon cendikiawan muda untuk berkreasi sesuai disiplin ilmunya masing-masing, hapuskanlah kesempatan para siswa untuk melakukan praktek plagiat atau pat gulipat. Tindak tegas mafia akademis…….(gembong intelektual yang berkedok sebagai dosen atau pengajar).
DIarsipkan di bawah: campuran | Ditandai: dunia pendidikan, pat gulipat, plagiat, skripsi

bukankah yang harus dtertibkan itu adalah para pengguna situs tersebut? sebab mentalitas pelajar2 di nusantara ini yang masih perlu dibenahi, supaya gak ada lagi yang namanya plagiat ato contek mencontek, dan bisa menciptakan karya yang orisinil di masa yang akan datang.
kalo si penawar jasa pembuatan skripsi sih gak ada salah apa2, toh mereka hanya menawarkan jasa berbayar. Ada permintaan (demand), ada penawaran (supply). Oleh sebab itu, pelajar2 dan para akademisi kudu dibenahi mentalnya. Kan “mereka” dulu yang meminta (sesuai hukum ekonomi).
itu menurut aku, Bro…