Ketika jenuh mencekam
Mencekik leher, hingga pantat bergetar
Ketika suntuk tak jua menghilang
Senyap, tanpa sepatah kata
Sementara jemari terus menari
Diatas papan bertombol hitam warnanya
Begitu cepat, sekejap torehkan makna
Ya, makna dari jiwa yang kehilangan makna
Coba kuasai diri….
Coba arahkan harapan
Yang seakan pupus, tanpa sebab
Ah… entahlah……. “, kembali bergumam
Ini hari terasa penat
Dalam pergolakan kian hebat
Auch…. huah… huah
Mungkin tidur lebih bijak, tuk hilangkan lamunan yang tak jua lenyap

