Ketika seseorang merasa lebih superior dari yang lain, tak hayal kepongahanlah yang nampak pada dirinya. kesombongan serta keserakahan segera menyelimuti palung hidupnya. namun…..
Ketika seseorang merasa lebih sengsasara dari yang lain, perasaan papa tiada terkira hingga kekerdilan kian menjelma dan tumbuh subur dalam sanubarinya.
Yah, diantara kisi-kisi realita tingkah dan fikir seringkali berjalan tak beriringan. Namun itu hanya terjadi pada hidup dan kehidupan seseorang tanpa pondasi yang kuat. Bukankah hidup untuk dijalankan dan dinikmati dengan sebenar-benarnya?. Artinya….. janganlah kita terombang ambing dengan retorika yang ada… but harusnya kita arahkan mana yang perlu ditanggapi dan mana yang tak perlu ditanggapi.
Hmmm. bingung ya.:))
Begini…. saat tonggak telah menancap, maka tiada perlu berpindah……… ah…. bentar… bentar bingung nich logikanya….. mo kebelakang dulu ah…… entar dilanjut…….. kok ilang moodnya ya
Ketika
Posted on Mei 16, 2008 by adiost

